Searching for jannah

arise

imam al-ghazali berkata.."Ketika kau merasa sepi, jangan kau katakan aku sunyi, tetapi katakan pada diri, di sisiku sentiasa ada Yang Memerhati.."

Entries About Linkies Stuff


kata mereka

My Tagboard

  • awak baca lah puas-puas kat sini. hee peace yaww
  • eh eh.ada orang lah
  •  "makhluk" mendArat di sini.


  • penghias dalaman

    Template: Zaatboy Ainn
    Basecodes: Atieqa Afiqah
    Tuto/Free: StudentKecik
    Others:   


    PILIH MANA SUKA KEPUTUSAN DITANGAN ANDA DENGAN IZIN ALLAH


    Assalamu'alaikum Warahmatullahi wabarokatuh

    BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM
    ...
    Sahabatku yang dikasihi Allah.
    Kehidupan ini adalah kumpulan hari,bulan, dan tahun yang berputar(beredar) tanpa pernah kembali lagi. Setiap hari umur bertambah, usia berkurang. Hal itu berarti kematian kian dekat. Semestinya kita kian arif dan bijak menjalaninya, tetap dalam kesalehan, bertambah kuat akidah, semakin khusyuk dalam beribadah, dan mulia akhlak. Pada puncak kebaikan itu lalu kita wafat, itulah husnul khatimah.

    Firman Allah subhanahu Wa Ta;ala maksudnya :
    "Tiap-tiap Umat Mempunyai Ajal,Maka apabila telah datang ajalnya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat Mencepatkannya
    (Surah Al-A'raf: Ayat 34)

    Firman Allah subhanahu Wa Ta;ala maksudnya :
    Kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS: Al-A’laa : 17).

    Kehidupan jasad hanyalah sementara di dunia. Sedangkan kehidupan roh mengalami lima fase, yaitu: arwah, rahim, dunia, barzah, dan akhirat.
    Berarti hidup di dunia hanya terminal pemberhentian akhir menuju alam akhirat.Allah mengingatkan dalam FirmanNya

    Firman Allah subhanahu Wa Ta;ala maksudnya :
    ”Kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS: Al-A’laa [87]: 17).

    Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala bermaksud :
    “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” [Al Haddid:20]

    Rasulullah menggambarkan bahwa hidup ini tak ubahnya seorang musafir yang berteduh sesaat di bawah pohon yang rindang untuk menempuh perjalanan tanpa batas. Karena itu, bekal perjalanan mesti disiapkan semaksimal mungkin. Sebaik-baik bekal adalah takwa (QS Albaqarah [2]: 197).

    Orang bertakwa adalah orang yang sangat cerdas. Ia tidak mau terjebak pada ”keenakan” sesaatpun, tetapi menderita berkepanjangan. Karenanya, ia mengolah hidup yang sesaat ini menjadi berarti untuk kehidupan panjang tanpa akhir nanti.

    Firman Allah subhanahu Wa Ta;ala maksudnya :
    ”Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” (QS Al-Ankabuut [29]: 64).

    Hidup ini adalah ketetapan dan aturan Allah. Segalanya digulirkan dan digilirkan: hidup, lalu mati; kecil, akhirnya membesar; muda, lama-lama tua; dan muncul kesenangan, terkadang berganti kesedihan. Semua fana.Tetapi, di tengah kefanaan itu,umat Rasulullah yang paling sukses sebagaimana dijelaskan dalam hadis adalah yang paling banyak mengingat mati,lalu mempersiapkan hidup setelah mati.

    Anas ra berkata,telah bersabda :
    Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam:"Banyak-banyaklah mengingati mati.
    Sesungguhnya ia dapat menghapuskan dosa dan zuhud di dunia."
    Rasullullah bersabda lagi : "Cukuplah mati sebagai perpisahan."
    Rasulullah bersabda lagi: "Cukuplah mati sebagai nasihat."

    Sahabatku sekalian hargailah umur yang masih ada,
    Sebab orang yang cerdas akan tahu, sadar,dan yakin bahwa hidup bukan untuk mati, tetapi mati itulah untuk hidup. Hidup bukan untuk hidup, tetapi untuk Yang Maha hidup. Karenanya, jangan takut mati, jangan cari mati, jangan lupa mati, dan rindukanlah mati. Mengapa? Karena, kematian adalah pintu perjumpaan terindah antara kekasih dengan Kekasihnya.

    Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala bermaksud :
    “Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah.” [Faathir:5]

    SELAMAT BERAMAL SEMOGA MANFAAT UNTUK KEHIDUPAN AKHIRAT AAMIIN


    <$BlogItemBody$>